
MARCUS Rashford benar kalau mengatakan bahwa klub kesayangannya, Manchester United, belum berubah. Ia memilih untuk dipinjamkan ke Barcelona daripada kembali ke klub yang menjadikan dirinya sebagai bintang sepak bola.
Dalam bincang-bincang di podcast mantan kapten kesebelasan Inggris Gary Lineker, Rashford secara terbuka menyampaikan kritiknya.
Ia mengatakan pergantian pelatih yang begitu cepat di kubu ‘Setan Merah’ sejak ditinggal Alex Ferguson membuat arah pembangunan tim menjadi tidak jelas.
“Semua pelatih yang datang selalu mengatakan perlu adanya transformasi di dalam klub. Tetapi transformasi itu tidak pernah dimulai, hanya sekadar diucapkan,” tegas Rashford.
Menurut Rashford, semua pelatih dan pemain yang datang ke Old Trafford seharusnya memahami dulu karakter dan nilai yang ada di dalam klub. Mereka hadir untuk melengkapi karakter dan nilai yang sudah ada, bukan datang dengan ide yang baru dan bahkan berseberangan dengan apa yang selama ini sudah menjadi jati diri ‘Setan Merah’.
Pelatih Ruben Amorim kini mendapatkan tekanan besar karena memaksakan sesuatu yang tidak pernah dimainkan Manchester United.
Ia datang dengan konsep 3-4-3 yang dianggap para pemain kontraproduktif.
Puncak dari kegagalan itu terjadi pada Rabu malam ketika MU disingkirkan klub dari kasta liga keempat, Grimsby Town, di ajang Piala Carabao. Tim asuhan Amorim harus menyerah 11-12 dalam drama adu tendangan penalti setelah kedua bermain Imbang 2-2 di waktu normal.
Kegagalan itu menjadi awal yang buruk bagi ‘Setan Merah’ setelah pada dua pertandingan pertama Liga Peimer hanya bisa mengantongi satu poin. Pada pertandingan pertama di depan pendukungnya sendiri, mereka dikalahkan Arsenal 1-0. Pekan lalu, saat bertanding ke kandang Fulham, Manchester United hanya bisa bermain Imbang 1-1.
Amorim sadar kursi yang ia duduki sekarang ini terasa semakin panas. Suasana di dalam ruang ganti pemain pun mulai menjadi tidak menyenangkan. Beberapa mulai melontarkan pemikiran agar sang pelatih mundur setelah kekalahan dari Grimsby.
Pelatih muda asal Portugal itu menyampaikan permohonan maaf kepada para pendukung ‘Setan Merah’. “Ini memang kenyataan yang tidak kita inginkan. Mari sekarang kita fokus kepada pertandingan berikutnya dan di musim ini tidak ada pertandingan internasional yang harus kami mainkan,” kata Amorim.
Pertandingan Sabtu malam ini melawan Burnley akan menjadi penentu bagi Amorim apakah ia akan bisa bertahan atau harus meninggalkan Old Trafford.
Sikap keras kepala dan ketidakmampuan membangun komunikasi yang baik dengan para pemain menjadi faktor yang melemahkan Amorim.
Ia tidak bisa melihat dan memaksimalkan kelebihan yang dimiliki seorang Rashford. Saking frustasinya dibangkucadangkan terus-menerus, Rashford memilih dipinjamkan ke Aston Villa dan sekarang ke Barcelona. Di kedua klub itu, Rashford bisa bersinar kembali.
Sekarang rasa frustasi dihadapi gelandang muda Kobbie Mainoo. Ia sudah menyampaikan harapannya untuk bisa mendapatkan klub baru sebagai tempat untuk berlabuh.
Penyerang sayap muda asal Argentina Alejandro Garnacho lebih baik nasibnya. Ia sudah mendapat kesempatan untuk pindah dan Chelsea sudah sepakat memboyong Garnacho ke Stamford Bridge dengan transfer 40 juta pound sterling.
DUA TIM MERAH
Pertarungan yang menarik untuk ditunggu pekan ini ialah saat juara bertahan Liverpool akan ditantang spesialis runner-up Liga Primer,
Arsenal. Itu kesempatan bagi the Gunners untuk merealisasikan mimpi mereka untuk menjadi yang terbaik di Inggris.
Hanya, Arsenal harus datang ke Anfield dengan perasaan yang gundah. Penyerang andalan mereka, Kai Havertz, Kamis lalu harus menjalani operasi lutut setelah cedera saat mengalahkan Manchester United.
Pelatih Mikel Arteta berharap Havertz tidak terlalu lama istirahat. Ia membutuhkan penyerang asal Jerman sebagai penggedor gawang lawan. Dengan kebandelan dan teknik bola yang baik, Havertz selalu menjadi penentu kemenangan bagi the Gunners.
Beruntung sekarang Arsenal memiliki penyerang baru asal Swedia, Viktor Gyokeres, sebagai pengganti.
Penyerang muda asal Sporting Lisbon sudah menjalankan peran baru dan cukup mengesankan bagi Arteta.
Pelatih Arsenal asal Spanyol lebih percaya diri karena memiliki penyerang kedua, Eberachi Eze. Pemain berusia 27 tahun itu baru ditarik dari Crystal Palace setelah berebut dengan Tottenham Hotspur.
Dengan materi pemain yang lebih baik, Arsenal pantas diperhitungkan oleh ‘tim Merah’. Minggu malam nanti Arne Slot harus menurunkan formasi terbaik yang dimiliki untuk bisa meredam Arsenal.
Tantangan terberat yang harus dijawab Slot ialah memperbaiki barisan pertahanan. Dalam dua pertandingan pertama, gawang Alisson Becker sudah kebobolan empat kali.
Pertandingan terakhir melawan Newcastle United beruntung bisa mencuri gol 10 menit sesudah 90 menit pertandingan berakhir melalui debutan Rio Ngumoha.
Dengan kehadiran playmaker Florian Wirtz dan ujung tombak Hugo Ekitike, produktivitas Liverpool sangat memuaskan. Mereka mampu mencetak tujuh gol dari dua pertandingan pertama Liga Premier.
Namun, dalam sepak bola, yang dihitung tidak hanya gol yang bisa dicetak, tetapi juga berapa gol lawan yang bersarang di gawang kita. Kalau jumlah gol yang dicetak banyak, tetapi yang masuk ke gawang kita lebih banyak, artinya kita kalah.
Duet di jantung pertahanan Liverpool mulai melambat. Kapten kesebelasan Virgil van Dijk sering kali telat untuk memotong bola lawan.
Gol penalti Palace saat bertanding di Community Shield terjadi karena Van Dijk terlambat bertindak sehingga menginjak kaki penyerang Palace, Ismaila Sarr, yang beraksi masuk kotak penalti Liverpool.
Dua penyerang sayap Arsenal Gabriel Martinelli dan Bukayo Saka sangat licin dan akan bisa memaksa Van Dijk untuk berbuat salah.
Apalagi pendampingnya, Ibrahima Konate, sering ceroboh. Lebih aman apabila Joe Gomez yang dipercaya mendampingi Van Dijk karena lebih tenang.
Peran Alexis Mac Allister menjadi penting bagi Liverpool untuk memperkokoh lapangan tengah.
Gelandang asal Argentina itu terbukti mampu menjadi pilar Argentina untuk memenangi Piala Dunia 2022 dan membawa Liverpool menjadi juara tahun lalu. Duet Mac Allister dan Wirtz bisa menjadi penentu kemenangan ‘tim Merah’ karena mereka mempunyai Ryan Gravenberch yang solid sebagai gelandang bertahan.