Liputan6.com, Jakarta - Berkeringat adalah hal yang wajar, tapi terkadang jumlah keringat yang keluar bisa lebih banyak dari yang dibayangkan. Kondisi ini tidak selalu dipicu oleh cuaca panas atau aktivitas fisik seperti olahraga. Bahkan, tubuh bisa saja mengeluarkan keringat meski sedang tidak melakukan apa pun.
Sebagian orang mengaitkan mudah berkeringat dengan masa menopause. Namun, para ahli mengingatkan agar tidak buru-buru menyimpulkan, karena ada banyak faktor lain yang bisa menyebabkan tubuh berkeringat berlebihan.
Berikut 9 alasan mengapa tubuh sering berkeringat, seperti dilansir dari Prevention.
1. Resistensi Insulin
Mudah merasa gerah dan sering berkeringat di malam hari bisa menjadi tanda resistensi insulin. Kondisi ini terjadi ketika tubuh kesulitan menjaga kadar gula darah tetap stabil.
Dokter kandungan dan ginekologi di Women First of Louisville, Kentucky, Rebecca Booth, MD, sekaligus pakar kesehatan hormonal menjelaskan bahwa resistensi insulin merupakan salah satu penyebab umum sensasi panas tiba-tiba (hot flashes).
"Keringat berlebih dan intoleransi panas lebih sering dialami mereka yang pradiabetes atau mengalami resistensi insulin," kata Booth.
Dia, menambahkan, fluktuasi kadar gula darah dapat memicu respons tubuh yang membuat suhu naik dan turun, sehingga seseorang lebih mudah berkeringat.
2. Tiroid Terlalu Aktif
Merasa selalu kepanasan (gerah) bisa menjadi tanda adanya masalah pada tiroid. Menurut seorang dokter keluarga di Southern California Permanente Medical Group. Shraddha Shah, MD, tiroid yang terlalu aktif (hipertiroidisme) memompa terlalu banyak hormon tiorid, mempercepat metabolisme, sehingga menyebabkan tubuh merasa kepanasan.
Menurut Mayo Clinic, hipertiroidisme juga meningkatkan sensitivitas pada panas serta kulit terasa hangat dan lembab. Kondisi ini turut disertai gejala lainnya, seperti penurunan berat badan, detak jantung tidak teratur, peningkatan nafsu makan, serta kecemasna atau mudah tersinggung.
3. Merasa Stres atau Cemas
Merasa terlalu tertekan dan cemas bisa menjadi penyebab keringat berlebih. Menurut Harvard School, kelenjar keringat memang diaktifkan, sebagai bagian dari respons tubuh untuk kabur dari hal yang menekannya.
“Lonjakan adrenalin dapat menyebabkan rasa hangat, yang mudah tertukar dengan hot flashes,” kata Shah.
4. Hamil
Faktanya, suhu tubuh manusia memang seharusnya berubah-ubah, terutama pada masa reproduktif. Setiap bulan, setelah masa ovulasi, suhu tubuh wanita akan naik sekitar satu derajat.
Menurut Booth, tubuh akan menjadi lebih hangat layaknya inkubator, untuk mempersiapkan kehamilan. Ketika kehamilan terjadi, suhu tubuh akan tetap tinggi, berlaku sebaliknya.
Selain itu, menurut North Atlanta Women’s Care, terdapat fakrot lain yang membuat tubuh lebih mudah terasa panas saat hamil, seperti peningkatan volume darah, aliran darah yang lebih besar, serta metabolisme yang lebih tinggi.
5. Minum Terlalu Banyak Kafein
Berdasarkan hasil penelitian, kafein bisa meningkatkan sedikit suhu inti tubuh, yang pada akhirnya bisa memicu keringat. Hal tersebut terjadi terutama jika kafein tersebut dikonsumsi dalam bentuk minuman panas di lingkungan hangat.
“Kafein dapat meningkatkan detak jatung, menyebabkan sensasi panas,” kata Booth.
6. Makan Makanan Pedas
Bukan hanya membuat mulut terasa terbakar, memakan makanan pedas juga dapat membuat tubuh kepanasan.
“Saat makan makanan pedas, tubuh mengirimkan aliran darah ke wajah, lidah, dan faring oral. Seiring aliran darah meningkat, Anda bisa merasa lebih panas,” jelas Booth.
7. Efek Samping Obat
Hot flashes merupakan salah satu efek samping dari penggunaan obat. Hal tersebut umum terjadi pada pasien dengan diabetes.
“Jika Anda minum obat untuk menurunkan gula darah dan kadarnya terlalu rendah, Anda bisa berkeringat,” kata Shah.
Menurut Klinik Cleveland, obat-obat seperti antidepresan, hidrokodon, levotiroskin, naproxen, omeprazol, dan lisinopril, bisa membuat tubuh kepanasan dan berkeringat.
8. Minum Terlalu Banyak Alkohol
Alkohol diketahui bisa melemaskan pembuluh darah di wajah, sehingga menimbulkan sensasi hangat pada kulit. Namun, konsumsi alkohol yang berlebihan juga dapat memicu keringat di malam hari.
“Alkohol dapat menyebabkan rasa terjaga dan berkeringat kembali sekitar tiga hingga empat jam setelah Anda tidur. Hati Anda telah memproses alkohol, dan kadar gula darah Anda seikit turun,” kata Booth, menjelaskan mengapa alkohol bisa menyebabkan tubuh gerah dan berkeringat.
9. Menjelang Menstruasi
Menjelang masa menstruasi, kadar estrogen di tubuh akan mulai menurun. Turunnya kadar estrogen ini menjadi salah satu penyebab munculnya hot flashes.
Menurut Booth, kondisi ini membuat tubuh seperti mengalami “penarikan kecil” akibat turunnya estrogen secar drastis. Karena hormon ini berperan dalam mengatur suhu tubuh, ini bisa memicu hot flashes.
“Banyak pasien mengatakan mereka merasa lebih berkeringat atau memiliki lebih banyak bau badan,” kata Booth.
Selain itu, prostaglandin, zat yang mirip hormon juga ikut berperan. Booth mengatakan, zat ini mulai meningkat tepat sebelum dan selama menstruasi, untuk membantu rahim mengeluarkan darah menstruasi.
“Namun, zat ini dapat menyebabkan keringat berlebih, diseetai masalah pencernaan seperti feses encer dan mual,” ujarnya.