
SISWA sekolah menengah atas kelas 11 atau XI akan mempelajari pelajaran Biologi secara khusus. Ada sejumlah bab dan pembahasan dalam pelajaran Biologi yang mesti dipahami siswa SMA kelas 11. Biologi merupakan satu ilmu dalam ilmu pengetahuan alam.
Mau tahu rangkumannya? Berikut garis besar pelajaran Biologi kelas 11.
Bab 1. Menjelajah Sel
A. Pengamatan Struktur Sel
1. Sejarah Penemuan Sel
o Robert Hooke (1665): Mengamati potongan gabus dengan mikroskop sederhana, menemukan “ruangan kecil” yang ia sebut cellulae (sel).
o Anton van Leeuwenhoek: Melihat makhluk renik (protozoa, bakteri) dengan mikroskop buatannya.
o Schleiden & Schwann (1838-1839): Mengemukakan teori sel, bahwa semua makhluk hidup tersusun atas sel.
o Rudolf Virchow (1855): Menambahkan, “Omnis cellula e cellula” → setiap sel berasal dari sel
sebelumnya.
2. Alat untuk Mengamati Sel
o Mikroskop cahaya: Membesarkan hingga ±1000 kali, cocok untuk melihat sel hidup.
o Mikroskop elektron (TEM/SEM): Resolusi lebih tinggi, mampu melihat struktur organel secara detail.
3. Sel Prokariotik vs Eukariotik
o Prokariotik: Tidak memiliki inti sejati (contoh: bakteri, cyanobacteria).
o Eukariotik: Memiliki inti sejati dengan membran inti (contoh: hewan, tumbuhan, protista).
B. Keterkaitan antara Struktur dan Fungsi Sel
Sel adalah unit struktural dan fungsional kehidupan. Setiap bagian sel (organel) memiliki fungsi khusus, tetapi bekerja sama untuk menjaga kehidupan.
1. Membran Plasma
o Struktur: Lapisan fosfolipid bilayer.
o Fungsi: Mengatur keluar-masuknya zat (transport aktif/pasif), komunikasi antarsel, pelindung.
2. Sitoplasma
o Cairan tempat organel berada.
o Fungsi: Medium reaksi metabolisme.
3. Organel Inti (Nukleus)
o Fungsi: Mengatur aktivitas sel, menyimpan DNA, mengontrol sintesis protein.
4. Mitokondria
Fungsi: Respirasi sel → menghasilkan energi (ATP).
5. Ribosom
o Fungsi: Tempat sintesis protein.
6. Retikulum endoplasma (RE) kasar dan halus
o RE Kasar: Produksi protein.
o RE Halus: Sintesis lipid, detoksifikasi.
7. Aparatus Golgi
o Fungsi: Modifikasi, penyimpanan, pengemasan protein/lipid.
8. Lisosom (sel hewan)
o Fungsi: Pencernaan intraseluler, penghancuran organel rusak.
9. Kloroplas (sel tumbuhan)
o Fungsi: Fotosintesis.
10. Dinding Sel (tumbuhan, jamur, bakteri)
o Fungsi: Memberikan bentuk dan perlindungan.
11. Vakuola
o Pada tumbuhan: besar, menyimpan air, pigmen, cadangan makanan.
o Pada hewan: kecil, sementara.
C. Komposisi Sel
Sel tersusun atas unsur kimia dan senyawa kimia:
1. Unsur Kimia Penyusun Sel
o C (karbon), H (hidrogen), O (oksigen), N (nitrogen) → ±96% berat sel.
o Unsur lain: P (fosfor), S (sulfur), Na, K, Ca, Mg, Cl.
2. Senyawa Kimia dalam Sel
o Air (±70%) → pelarut, medium reaksi, menjaga suhu.
o Protein → enzim, struktur, transportasi.
o Karbohidrat → sumber energi, penyusun dinding sel.
o Lipid → cadangan energi, penyusun membran.
o Asam nukleat (DNA & RNA) → menyimpan dan menyalurkan informasi genetik.
Bab 2. Pergerakan Zat melalui Membran Sel
A. Transpor Pasif
Transpor pasif adalah perpindahan zat melewati membran sel tanpa memerlukan energi (ATP), karena bergerak mengikuti gradien konsentrasi (dari konsentrasi tinggi ke rendah).
1. Difusi
• Perpindahan molekul kecil (O₂, CO₂) langsung melalui membran lipid bilayer.
• Contoh: masuknya oksigen ke dalam sel darah merah.
2. Osmosis
• Difusi air melalui membran semipermeabel.
• Air bergerak dari larutan hipotonik (encer) → hipertonik (pekat).
• Contoh: sel tumbuhan mengembang (turgid) di larutan hipotonik.
3. Difusi Terfasilitasi
• Perpindahan molekul dengan bantuan protein kanal atau protein pembawa.
• Tidak butuh energi, tapi lebih selektif dibanding difusi biasa.
• Contoh: transport glukosa ke dalam sel dengan protein GLUT.
B. Transpor Aktif
Transpor aktif adalah perpindahan zat melawan gradien konsentrasi (dari rendah → tinggi) sehingga memerlukan energi berupa ATP.
1. Pompa Ion
• Menggunakan protein transpor khusus untuk memompa ion keluar/masuk sel.
• Contoh: Pompa natrium-kalium (Na⁺/K⁺ pump):
o Mengeluarkan 3 ion Na⁺ dari sel.
o Memasukkan 2 ion K⁺ ke dalam sel.
o Penting untuk impuls saraf & menjaga potensial membran.
2. Endositosis
• Memasukkan zat ke dalam sel dengan cara membran membentuk vesikel.
• Jenis:
o Fagositosis: memakan partikel padat (contoh: sel darah putih memakan bakteri).
o Pinositosis: meminum cairan atau partikel terlarut.
3. Eksositosis
• Pengeluaran zat dari dalam sel dengan cara vesikel bergabung dengan membran plasma.
• Contoh: pelepasan hormon insulin dari sel pankreas.
Bab 3. Proses Pengaturan pada Tumbuhan
A. Jaringan, Organ, dan Sistem Organ pada Tumbuhan
1. Jaringan Tumbuhan
o Jaringan Meristem → jaringan embrional, aktif membelah, terdapat di ujung akar dan batang.
o Jaringan Dewasa → hasil diferensiasi meristem:
Epidermis (pelindung),
Parenkim (penyimpan cadangan makanan),
Kolenkim & Sklerenkim (penguat),
Xilem (angkut air & mineral),
Floem (angkut hasil fotosintesis).
2. Organ Tumbuhan
o Akar → menyerap air/mineral, menyokong.
o Batang → transportasi zat, menyokong daun.
o Daun → fotosintesis, transpirasi.
o Bunga → reproduksi generatif.
o Buah & Biji → hasil reproduksi.
3. Sistem Organ
o Sistem transportasi (xilem & floem).
o Sistem fotosintesis (daun).
o Sistem reproduksi (bunga, buah, biji).
B. Transpor pada Tumbuhan
1. Transpor Air dan Mineral
o Mekanisme: masuk lewat akar → epidermis akar → korteks → endodermis → xilem.
o Gaya pendorong:
Osmosis,
Tekanan akar,
Kapilaritas,
Tarikan transpirasi (paling dominan).
2. Transpor Hasil Fotosintesis (Floem)
o Disebut translokasi, yaitu pergerakan sukrosa & zat organik dari daun ke seluruh tubuh.
o Teori tekanan turgor: hasil fotosintesis dipompa masuk ke floem, ditransportasikan ke...